Kesalahan Ketika Melakukan Pemasaran Melalui Tiktok

Kesalahan Ketika Melakukan Pemasaran Melalui Tiktok

Pemasaran konten adalah salah satu hal paling mendasar dalam dunia bisnis online. Apalagi bagi Anda yang sedang menjalankan bisnis online lewat Tiktok, memperhatikan konten pemasaran sudah menjadi kebutuhan wajib. Masih banyak kesalahan perlakuan pemasaran konten yang sering terjadi dan cenderung diulang oleh para pelaku bisnis online. Padahal, konten pemasaran bisa mencerminkan kualitas merek.

Berikut adalah beberapa kesalahan yang selalu terjadi dalam hal pemasaran konten untuk merek atau bisnis online dalam tiktok:

Reuseable content

Bisa dibilang saat ini masih banyak brand atau bisnis online yang membiarkan konten pemasarannya “menghilang”. Artinya, ketika Anda sudah berhasil membuat satu konten pemasaran, misalnya postingan blog, maka konten tersebut akan ditinggalkan begitu saja. Anggap saja sebagai materi untuk mengisi sebuah website, tidak ada tujuan yang lebih panjang dari itu. Faktanya, postingan blog adalah salah satu konten yang paling dapat digunakan kembali. Di lain waktu, Anda dapat membuat ulang konten pada postingan blog dengan cara lain, misalnya infografis atau video. Anda akan mendapatkan keuntungan yang cukup banyak bila berhasil memanfaatkan pemasaran konten reuseable. Pertama, Anda bisa meringankan pekerjaan Anda karena Anda tidak perlu memikirkan ide pemasaran konten dari awal. Kedua, Anda dapat mengembalikan lalu lintas ke konten pemasaran asli Anda karena posting baru ini.

User generated content

Saat ini, masih sedikit brand atau bisnis online yang memperhatikan user generated content (UGC). Sederhananya, UGC adalah pemasaran konten yang berasal dari konsumen (gratis). Konten buatan pengguna yang sangat mudah ditemukan saat ini biasanya berupa foto dan review di media sosial (blog, Tiktok, dan Youtube). Faktanya, ketika sebuah merek dapat memberikan perhatian khusus pada UGC ini, mereka (merek) tersebut justru akan mendapatkan peningkatan kepercayaan dari konsumen sasaran lainnya. Misalnya, Anda menjual tas kulit. Lalu, ada pengguna Tiktok yang mengunggah fotonya saat menggunakan tas kulit yang Anda jual sembari melakukan tag dan mention brand Anda. Nah, jangan terlalu cuek ya! Secara tidak langsung, mereka mempromosikan merek Anda! Meski tidak jarang pengguna memasang review atau caption terkait brand Anda. Anda harus bisa menggunakan ini sebagai bentuk testimonial atau konten pemasaran gratis. Jika Anda tidak ingin ‘merusak’ feed media sosial Anda, cukup posting foto tersebut ke Tiktok Story Anda. Selain berdampak pada konsumen (karena merasa dihargai), hal ini juga bisa membuat orang lebih percaya diri dan percaya pada brand Anda. 

Reviewing performance

Saat pemasaran konten telah diposting, banyak merek membiarkannya begitu saja. Pembuat konten terlalu fokus pada proses pembuatan konten pemasaran. Ada satu hal yang mereka lupakan: review konten yang diposting. Mengapa pemasaran konten perlu ditinjau? Anda akan tahu konten pemasaran mana yang memiliki kinerja baik dan buruk saat mengulas. Ini bisa jadi jawaban ketika Anda bertanya, “Kok bisa traffic ke Tiktok atau website saya jelek ya?”. Dengan mereview konten, Anda bisa melihat apakah konten marketing yang telah diposting tersebut memikat audiens target atau tidak. Jangan biarkan Anda fokus pada proses produksi pemasaran konten yang tidak efektif. Saat Anda memposting konten pemasaran di Tiktok, Anda dapat dengan mudah memeriksanya. Terdapat fitur view insight yang dapat menunjukkan jumlah kunjungan profil, reach, follow, save, comment, hingga like. Tingkat keefektifan konten marketing Anda dapat dilihat pada fitur ini.

Share this post

Post Comment